Menjawab Tantangan Era AI dan Pasar Global: Pascasarjana UMS Gelar Kuliah Umum Bersama Pakar UTP Malaysia

SURAKARTA — Direktorat Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengundang seluruh mahasiswa pascasarjana dan sivitas akademika untuk menghadiri Kuliah Umum Internasional. Mengangkat tema yang sangat krusial, “Tantangan Teknologi dan Kompetensi Global Lulusan Perguruan Tinggi”, forum akademik ini menghadirkan narasumber utama Prof. Anton Satria Prabuwono, Ph.D. dari Faculty of Science, Management & Computing, Universiti Teknologi PETRONAS (UTP), Malaysia.

Acara ini dirancang untuk memberikan wawasan strategis bagi para peneliti, akademisi, dan mahasiswa tingkat lanjut dalam merespons lanskap global dan disrupsi teknologi yang bergerak sangat cepat.

Menghadapi Disrupsi Dunia Kerja dan Kesenjangan Kompetensi

Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Industry 4.0 telah mengubah lanskap pekerjaan dunia secara fundamental. Laporan World Economic Forum mencatat bahwa diperkirakan 85 juta pekerjaan akan terdisrupsi oleh otomatisasi, namun di saat bersamaan 97 juta peran baru berbasis teknologi dan transformasi digital akan tercipta.

“Masa depan tidak dimiliki oleh mereka yang menunggu perubahan, melainkan oleh mereka yang memimpinnya.” — Adaptasi dari Peter Drucker.

Tantangan terbesar perguruan tinggi saat ini adalah mengatasi kesenjangan kompetensi (competency gap) antara dunia akademik dan industri. Riset menunjukkan bahwa 83% pendidik merasa yakin lulusan mereka siap memasuki dunia kerja, namun hanya 51% pemberi kerja yang menyetujui hal tersebut. Kuliah umum ini hadir untuk mengupas strategi konkret dalam menutup celah tersebut.

Poin Utama Bahasan Kuliah Umum

Dalam sesi ini, Prof. Anton Satria Prabuwono akan membedah peta jalan (roadmap) navigasi pendidikan masa depan, yang meliputi:

  • Penguasaan Tech Shift Utama: Strategi membangun skill stack di bidang AI, Machine Learning, Big Data Analytics (5 Vs), Cloud Computing, dan kesadaran Cybersecurity.

  • Keunggulan Manusiawi (Critical Thinking): Mengapa pemikiran kritis, pemecahan masalah kompleks, dan systems thinking menjadi fondasi utama yang tidak dapat digantikan oleh otomatisasi.

  • Kerangka Kompetensi Global (OECD Model): Mengembangkan Cultural Intelligence (CQ) dan kemampuan berkolaborasi dalam tim digital lintas negara.

  • Ekosistem Lifelong Learning: Peran riset pascasarjana, sertifikasi micro-credentials, dan kolaborasi industri-akademisi untuk menciptakan lulusan yang siap pakai.

Momen Penting Bagi Sivitas Akademika Pascasarjana UMS

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Direktorat Pascasarjana UMS berkomitmen untuk terus mendorong lulusannya agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki daya saing global dan pemahaman etika teknologi yang kuat.

“Teknologi adalah alatnya. Kompetensi global adalah kompasnya.”

Seluruh mahasiswa pascasarjana dan dosen di lingkungan UMS diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini guna memperluas jejaring akademik internasional dan memperkaya perspektif riset interdisipliner.

Scroll to Top